Membahas Isu-Isu Kontemporer Timur Tengah bersama Kepala Pelaksana Fungsi Konsuler KBRI Riyadh

PPMIRIYADH.COM – KAMISA (Keluarga Mahasiswa Indonesia) di King Saud University melakukan kumpul rutin dua pekanan di gedung asrama kampus setelah shalat maghrib berjamaah, Kamis (13/4) . Dimulai dengan makan malam bersama dengan menu khas Indonesia, soto betawi. Dilanjutkan dengan review buku karya Dale Carniege dengan judul “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain”, oleh Andi Firdaus (Alumni Pascasarjana KSU Jurusan Teknik). Dalam penyampaiannya, Andi menunjukan beberapa cara agar kita bisa berkomunikasi secara baik dengan orang lain. Setelahnya dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab bersama yang lainnya. Review buku ini adalah program KAMISA yang bekerjasama dengan PPMI Riyadh untuk meningkatkan informasi seputar buku-buku yang pernah dibaca oleh mahasiswa di Riyadh.

Setelah isya, hadir salah satu tamu istimewa yang membawakan materi seputar “Isu-Isu Kontemporer Timur Tengah”, oleh Bapak Achmad Rifai (Kepala Pelaksana Fungsi Konsuler KBRI Riyadh). Dalam pemaparan beliau, kondisi konflik yang terjadi di Timur Tengah bukanlah terjadi secara tiba-tiba. “Kalau kita tahu sejarahnya, maka kita tidak akan menjudge bahwa yang salah adalah Islam“. Seperti contohnya invasi negara Amerika di Irak yang disebabkan hubungan yang buruk antara pemimpin negara Irak ketika itu yang sosialis dengan negara Amerika sendiri. Dan dari situ muncullah gerakan ISIS yang berasal dari tentara-tentara yang dibubarkan oleh Amerika.

Di sisi lain, adanya konflik yang terjadi di Timur Tengah karena kurang adanya perdagangan bebas antara negara-negara Arab. Dengan penjelasan yang begitu menarik, beliau menyampaikan agar kita menguatkan hubungan dan informasi yang baik dan benar antara warga Indonesia dengan warga Arab Saudi. Sehingga dari situ akan muncul sikap saling menghargai antar kedua warga negara. Di sesi tanya jawab, salah satu mahasiswa bertanya seputar hubungan Indonesia dengan Palestina, dan beliau menyampaikan bahwa bagi Indonesia, negara Palestina adalah nomor satu karena negara tersebut masih dalam ruang lingkup penjajahan. Dan UUD ’45 menentang penjajahan di dunia. Acara di tutup dengan doa dan foto bersama. (Red. Byan/Ed. MRS)

WhatsApp Image 2017-04-13 at 23.09.01

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: