Pahlawan Dalam Perspektif Al-Qur’an

Ppmiriyadh.com – Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, shalawat dan salam kepada junjungan nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. 70 tahun Indonesia telah merdeka dari penjajahan yang berlangsung selama ratusan tahun yang mengeruk kekayaan alam dan membunuh rakyat sipil. Kemerdekaan ini direbut tidak dengan tangan hampa akan tetapi dengan semangat dan tekad yang kuat yang dimiliki oleh para pahlawan kita yang berhasil memukul mundur para penjajah. Dan belum lama ini, tepatnya tanggal 10 November kita sama-sama memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa-jasa mereka yang telah berjuang demi merebut kemerdekaan bagi Indonesia. Lalu apa makna pahlawan bagi kita ? dalam kesempatan ini kita akan sama-sama membahas tema pahlawan dalam sudut pandang al-Qur’an.

Dalam mengerjakan sesuatu apalagi menyangkut banyak hal diperlukan tujuan yang jelas, untuk apa kita melakukan ini ? dan apa yang akan kita dapatkan ?. Begitupun kita hidup di dunia ini memiliki tujuan tertentu yaitu untuk beribadah. Allah berfirman :

[وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ {٥٦} [الذاريات

  1. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

sudah jelas bahwa kita diciptakan di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Muncul pertanyaan, kalau begitu yang kita kerjakan hanya shalat, puasa, zakat dan ibadah-ibadah yang lainnya dong ? ini presepsi yang salah, jangan lupakan hadits Nabi bahwasanya segala sesuatu itu tergantung niatnya. Jadi segala sesuatu yang kita kerjakan harus karena Allah baik itu ibadah-ibadah mahdhah ataupun hal-hal yang berkaitan dengan duniawi. Sehingga segala aktifitas kita bernilai pahala dan itu menjadi ibadah. Dengan ini kita bisa mengambil kesimpulan poin pertama yang harus ditekankan adalah tujuan yang jelas dan benar menurut Allah yaitu ibadah. Sehingga perjuangan kita dalam membela Negara dari orang-orang kafir semata-mata karena Allah SWT.

Poin kedua yang harus dimiliki oleh orang-orang yang beriman, orang-orang yang membela agama Allah adalah asy-syujaa’ah (keberanian). Berani dalam menghadapi musuh-musuh Allah, berani berjihad (dalam makna yang luas) di jalan Allah ketika kaum kafir menghina dan memerangi saudara-saudara muslim kita. Dan keberanian ini muncul dari keyakinan kita bahwasanya yang menjadi penolong kita adalah Allah dan rasul Nya dan orang-orang yang beriman. Allah berfirman :

 [يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِمٖۚ {٥٤} [المائدة

  1. yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.

[إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمۡ رَٰكِعُونَ {٥٥} [المائدة

  1. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Yang ketiga, alwafaa’ bi ahdi Allah yaitu memenuhi janji kita kepada Allah SWT. Seorang mukmin dan pahlawan yang memiliki keimanan yang benar selalu memenuhi janjinya kepada Allah, janji agar tetap konsisten dan sabar dalam menjalankan perintah Allah, janji akan selalu menegakan kalimatullah sebagaimana firman Allah :

[مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ رِجَالٞ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن يَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُواْ تَبۡدِيلٗا {٢٣} [الاحزاب

  1. Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).

Ulama tafsir mengatakan bahwasanya kata رجال  disini bukan saja bermakna laki-laki akan tetapi tokoh-tokoh atau para pahlawan yang memiliki kekuatan untuk membela agama Allah. Sehingga ketika kaum muslimin memenuhi janjinya kepada Allah maka Allah akan menurunkan kemenangan. Kita tau bahwasanya ulama-ulama kita di Indonesia dan para tokoh pada zaman dahulu ikut berperang melawan para penjajah dan memukul mundur mereka kemudian Allah menurunkan kemenangan dan kemerdekaan bagi Indonesia.

Dan diantara sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pahlawan dan orang-orang beriman adalah tidak mengharapkan balasan dan ucapan terimakasih dari orang lain. Karena semua yang kita lakukan semata-mata mengharapkan ridha Allah sebagaimana yang telah disebutkan dalam poin yang pertama.

[إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورً {ا ٩} [الانسان

  1. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

Al-Qur’an adalah kitab yang sempurna membahas seluaruh aspek kehidupan, begitupun dalam permasalahan ini menyebutkan kreteria-kreteria yang harus dimiliki oleh pahlawan dan tentara-tentara Allah. Dan diantara kreteria-kreterianya adalah memiliki  tujuan yang benar (صحة الغاية) , keberanian (الشجاعة) , memenuhi janjinya kepada Allah (الوفاء بعهد الله) , dan tidak mengharapkan balasan dan ucapan terimaksih (عدم إرادة الجزاء و الشكر), dan selalu mengedepankan permasalahan-permasalahan yang besar dari yang kecil.  Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan kita dapat memperaktekan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi pahlawan dan tentara-tentara yang disebutkan Allah dalam kitabNya. Wallahu a’lam bii ash-shawaab.

 (PPMI Riyadh/Abdullah Ahzami)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: