Ringkasan Materi Syaikh Suwaiyan (International Essay Writing Worshop)

Ppmiriyadh.com – Pada hari Sabtu (5/12/2015) Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPMI Riyadh mengadakan program yang bertemakan International Essay Writing Workshop. Dan pada kegiatan itu di hadirkan 3 narasumber yang profesional di bilangnya, salah satunya adalah Syekh Ahmad As-Shuwayan, yang merupakan pimpinan redaksi majalah Al-Bayan dan pakar di bidang media dan beliau juga seorang penulis. Berikut adalah ringkasan materi yang disampaikan beliau dalam acara tersebut;

  • SEBELUM MEMULAI MENULIS

Setidaknya ada tiga hal yang harus kita perhatikan sebelum memulai untuk menulis:       

Pertama; Apa motivasi kita untuk menulis? untuk mencari uang, ketenaran, ataukah karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara menyebarluaskan agamanya. Motivasi sangat penting karena inilah yang akan menentukan arah dan kualitas dari tulisan kita. Tulisan yang didasari keikhlasan untuk membela agama Allah SWT akan mendapatkan keberkahannya sendiri, sehingga bisa memberikan manfaat yang maksimal untuk orang lain disamping pahala amal sholih bagi penulisnya.

Kedua; Jangan takut gagal/salah, selalu mencoba lagi dan belajar dari kesalahan. Setiap orang yang sukses pasti pernah mengalami kegagalan sebelumnya, hanya orang yang tidak pernah mencobalah yang tidak pernah salah. Maka dengan kepercayaan diri untuk mencoba dan memperlihatkan karya tulis kita kepada orang lain akan mengantarkan kita kepada kemampuan menulis yang lebih baik.

Ketiga; Serius dan bersungguh-sungguh dalam mengemban tanggung jawab. Setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan untuk meraihnya, demikian juga kemampuan menulis juga membutuhkan perjuangan untuk menggapainya. Para ulama meyampaikan: “ilmu itu tidak akan pernah bisa digapai dengan mengistirahtakan badan/bersantai-santai”.

  • PENGANTAR MENUJU KARYA TULIS

Kemampuan menulis yang baik tidak muncul begitu saja melainkan terbentuk dari berbagai unsur keahlian yang saling melengkapi, yaitu;

  1. Unsur keilmuan dan wawasan

Menulis adalah menuangkan ilmu/wawasan dalam bentuk tulisan agar dapat dinikmati oleh pembaca. Seseorang tidak akan bisa menulis dengan baik jika tidak memiliki sesuatu untuk dituliskannya berupa ilmu/wawasan. Misalnya seseorang yang tidak memiliki keilmuan dibidang kedokteran tidak akan mungkin bisa membuat karya tulis dibidang ini. Semakin luas ilmu dan wawasan seseorang maka akan semakin berbobot pula karya tulisnya. Supaya ilmu dan wawasan bertambah kita harus rajin membaca, sehingga bisa disimpulkan: seseorang tidak akan bisa menjadi penulis yang baik sebelum bisa menjadi pembaca yang baik.

  1. Unsur keahlian dalam menuangkan buah pikiran dalam karya tulis

Menuangkan buah pikiran dalam sebuah karya tulis merupakan sebuah keahlian yang tidak dimiliki oleh semua orang. Banyak orang yang luas ilmunya akan tetapi tidak pandai dalam menuangkannya dalam bentuk tulisan. Pemilihan kosa kata, keindahan dan gaya bahasa akan sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas sebuah karya tulis dan pengaruhnya terhadap pembaca. Maka untuk menjadi penulis yang baik kita harus sering mengasah kemampuan bahasa dengan membaca buku-buku sastra dan karya sastra.

  1. Unsur pengalaman

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Semakin banyak pengalaman seseorang maka akan semakin luas cakrawalanya dan semakin bijak dalam bertindak. Demikian juga sebagai seorang penulis pengalaman akan sangat menentukan bobot karya tulisnya. Namun pengalaman disini tidak harus dialami sendiri oleh penulis, tapi bisa juga pengalaman yang dialami oleh orang-orang disekitarnya sehingga penulis bisa mengambil ibroh dan pelajarannya. Untuk itu memperkaya diri dengan membaca buku-buku sejarah buku biografi orang-orang terdahulu adalah sebuah kelaziman.

  • KUALITAS KARYA TULIS

Karya tulis bisa dinilai kualitasnya dari dua sisi, maksud/ide dan gaya penyampaian. Isi tulisan sangat dipengaruhi oleh keilmuan dan pengalaman penulis sedangkan penyampaian sangat dipengaruhi oleh keahliannya dalam memilih kosa kata dan gaya bahasa. Penulis yang baik adalah yang karya tulisnya berkualitas ditinjau dari dua sisi tersebut, dan hal ini sangat jarang dimiliki. Banyak penulis yang memiliki ide-ide luar biasa namun dikarenakan bahasa penyampaiannya kurang bagus sehingga tidak mampu memberikan pengaruh pada pembaca. Banyak juga orang yang pandai merangkai kata namun isinya tidak memberikan manfaat apa-apa.

(PPMI Riyadh/Imam Riyadi)

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: